Bawitius bartheli (Schaal),
1984 - Late
Cretaceous (Cenomanian) of
Egypt
Polypterus faraou Otero
et al., 2006 — late
Miocene[8]
Budidaya ikan palmas
Keunikan ikan Palamas menjadikannya sebagai ikan hias dan banyak pula yang
mencoba untuk membudidayakannya. Untuk budidaya ikan palmas dapat dilakukan dengan cara berpasangan ataupun masal, pada umumnya jika dilakukan dengan cara pasangan 1 betina dan 1 jantan atau massal 3 betina 2 jantan dapat menggunakan wadah akuarium atau bak semen/plastik dengan ukuran 100cm x 50cm x 40cm dengan ketinggian air rata- rata 25cm. yang di lengkapi aerator atau submersible agar tersedia oksigen terlarut di dalamnya. Selain untuk
wadah pemijahan juga di butuhkan wadah untuk
penetasan telur dari hasil pemijahan dengan ukuran
yang sama dgn dilengkapi aerator.
Ciri khusus Indukan Ikan palmas:
Palmas
jantan
|
Palmas
Betina
|
Umur
lebih kurang 1 tahun
|
Umur
lebih kurang 1 tahun
|
Memiliki
sirip anal yang lebar
|
Memiliki
sirip anal yang kecil
|
Memiliki
bentuk tubuh yang proporsional
|
Memiliki bentuk tubuh yg
proporsional
|
Kondisi
tubuh sehat
|
Kondisi tubuh sehat
|
Gambar 3. Perbedaan
alat kelamin ikan Palmas
Langkah pemijahan dan perawatan: untuk melakukan pemijahan perlu
dilakukan langkah langkah sbb:
1.
Persiapkan wadah pemijahan dan penetasan, isi air dengan ketinggian +/-
25cm. untuk pemijahan lengkapi dengan aerator atau submersible sedangkan untuk penetasan gunakan saja aerator.
2.
Masukkan indukan secara pasangan ataupun massal ke dalam wadah pemijahan.
3.
Letakkan Substrat untuk sarana peletakan telur ikan yang pada umumnya
di buat dari tali plastik yg dibentuk menjadi substrat.
4.
Perhatikan Ikan pada hari ke-2 atau ke-3 apakah ikan sudah atau sedang melakukan
perkawinan, jika ikan sedang melakukan perkawinan biarkan sampai ikan tersebut selesai kawin jika tidak periksa substrat apakah sudah ada telor atau belum.
5.
Jika di substrat terdapat telur berarti ikan sudah melakukan perkawinan, maka
letakkan substrat kedalam wadah penetasan, sebelum diletakkan teteskan cairan anti jamur secukupnya kedalam wadah penetasan.
6.
Pada hari ke-3 atau ke-4 di akuarium penetasan pada umumnya telur sudah menetas, biarkan sampai semua telur yang menetas sempurna.
7.
Pada hari ke-5 atau ke-6 berikanlah pakan secukupnya untuk burayak yg telah
menetas dengan artemia atau bisa dengan cacing sutra/tubiflex. biarkan substrat tetap berada didalam wadah penetasan.
8.
Pada hari ke-7 atau ke-8 angkatlah substrat dan goyangkan perlahan agar
burayak yang menetas di dalam substrat dapat turun kebawah. cucilah substrat lalu jemur untuk dipergunakan pada pemijahan berikutnya.
9.
Setelah substrat telah diangkat lengkapi akuarium penetasan dengan busa filtrasi
agar sisa telor yg membusuk dapat tersaring dengan baik sehingga kualitas air tetap terjaga.
10.
Berikanlah burayak pakan secukupnya agar kualitas air terjaga dan burayak
mendapat cukup makanan.
11.
Pada hari ke-20 burayak sudah kuat untuk di pindahkan ke wadah pembesaran
ataupun siap untuk di jual.
Penyakit
Polypterus tampaknya
ikan sangat kuat yang jarang menderita penyakit. Sisik keras mereka memberinya
tingkat proteksi dari jenis luka yang mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur,
dan mungkin juga membuat mereka lebih tahan terhadap parasit tertentu. Namun,
spesies yang baru diimpor mungkin menderita infeksi lintah air tawar, Macrogyrodactylus
polypteri yang menempel pada tubuh ikan. Ikan yang terinfeksi ini biasanya
menunjukkan perilaku menggaruk2kan badannya ke substrat akuarium , perilaku
sering disebut sebagai "flashing" atau "menjentikkan".
Mandi Formalin efektif dalam menghilangkan parasit ini. ( sumber:Exotic Predatory Keepers )